Selasa, 07 April 2015

PAPANDAYAN, GUNUNG BAGI PEMULA YANG BANYAK "BONUS" NYA

Bisa dibilang trip ini paling dadakan, karena daftarnya dua hari sebelum keberangkatan. Jadi ini trip dibuat sama seorang teman SMA yang hobi mendaki gunung. Saya awalnya tidak terlalu semangat untuk ikut, sampai suatu ketika Tery, teman trip saya waktu ke menjangan ingin sekali naik gunung. Dia menanyakan adakah trip ke gunung yang saya tahu. Nah seminggu sebelum trip ini jalan teman SMA saya yang bernama Adhie menawarkan trip ini, maka saya lanjutkanlah tawaran tersebut ke Tery. Ia pun mengiyakan untuk ikut dan membawa satu orang temannya yang sudah beberapa kali ikut trip bersamanya. Untung saja masih kami masih bisa daftar, mungkin karena masih suasana lebaran jadi mungkin tidak terlalu banyak yang mau naik gunung. Tapi siapa sangka yang ikut ternyata banyak juga. Kurang lebih 50 orang ikut serta dalam trip ini ke Gunung Papandayan di daerah garut Jawa Barat.
Jumat 1 Agustus 2014 pukul 20.00 saya sudah tiba di kampung rambutan, temoat berkumpul peserta yang ikut trip ini. Ohiya memang kebanyakan trip atau travel perjalanan memang menunjuk tempat meeting point di Kampung rambutan. Seperti trip saya sebelumnya ke Pahawang dan krakatau kami berkumpul di kampung rambutan sebagai tempat meeting point.
Kurang lebih pukul 21.00 kami bersiap berangkat ke Garut, menggunakan bis jurusan garut, ohiya nama travel agent yang membawa saya ke Papandayan adalah Mendadak Traveller, pas sekali dengan rencana saya ke Papandayan ini, benar-bnar mendadah\k, hihi...
Pukul 3 pagi kita sampai di terminal garut, lalu dari sini dilanjutkan naik omprengan/angkot yang membawa kita ke...... kurang lebih satu jam kita sampai tempat itu, menunggu shubuh,shalat shubuh, sarapan dan membeli perbekalan sebelum kita melanjutkan perjalanan ke pos 1 Gunung Papandayan. Dari tempat ini kita menggunakan mobil bak terbuka untuk menuju ke pos 1, wah jangan ditanya sensasi menaiki mobil bak terbuka ini dengan jalan yang cukup berliku, kami hampir berteriak sepanjang jalan. Jalan yang mendaki dan berbatu membuat mobil yang berjalan sering oleng, tapi mata kami dimanjakan oleh alam disekitarnya, terlihat gunung cikuray, sawah ladang yang asri, pohon2 yang tinggi seperti hutan pinuspun bisa kami lihat di pagi itu.


Sampai di pos 1 kurang lebih jam 7 atau delapan pagi, saya lupa tepatnya (mungkin karena sudah terlalu cukup lama, hehe maafkaan). Di pos 1 kami menyipakan perbekalan makan untuk siang, kami memilih membeli nasi disini karena sepetinya nanti memerlukan waktu kalau kita masak diatas.
Oke jam 9 kita mulai perjalanan mendaki gunung papandayan.. dan inilah foto-foto perjalan mendakinya...
ADA KAWAHNYA
Add caption

VIEWNYA MAAAK CAKEP BANGEET


Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 2 jam, dengan bonusnya pemandangan yang tadi... ahh baguus banget karya tuhan ini..
Jam 11 kami sampai di pondok saladah, tempat kami akan menginap dengan mendirikan tenda. Ohiya kita dibagi menjadi beberapa tim. Saya kebagian mendapat tim 1 yaitu edelweis, dan diketuai oleh mas eko. Bersama tim ini seru banget, ketawa mulu saat mendaki, ga berasa mendakinya, walaupun sempet terpisah dengan yang lain. Medan gunung papandayan menurut saya tidak terlalu sulit, walaupun ada jalan yang sempit, berbatu dan ada pula motor-motor sport atau apalah itu yang mondar-mandir lewat untuk mengantar makanan ke atas. Kami juga melewati aliran sungai yang airnya cukup jernih. Mungkin karena kita kesini pas cuaca bagus dan tidak hujan, makanya jalannya juga kering, kalau pas musim hujan pasti licin sekali, karena jalannya masih ada tanah merahnya.
Untuk melepas lelah setelah 2 jam kita mendaki, sore hari kami hanya di tenda. Tenda kami ada 2 untuk satu tim, satu untuk laki-laki dan satu perempuan. Di gunung papandayan ini sudah dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi dan airnyapun mengalir dengan deras. Wah sudah tidak seperti gunung pada umumnya. Ada juga beberapa kran untuk mengambil wudhu atau memncuci piring (kalau mencuci pakaian sepertinya tidak dianjurkan deh *yakalii)

Malam menjelang kami masak, bahan masakan yang kami bawa seperti mie, kornet, bihun, bakso dan sarden. Untuk nasi kami meminta untuk dimasakkan di warung makan di pondok saladah ini. Ya satu lagi, disini ada warung loh, menjual mie instan, kopi, teh. Dan ada pula tukang cilok, hehe tukang ini niat sekali sampai naik ke atas gunung papandayang ini, atau abangnya juga ngecamp disini yaa? Kami pun bingung, ini gunung atau tempat wisata. Semoga siapun yang ada disana akan menjaga lingkungan. Jangan meninggalkan sampah yang dibawa, apa yang kita bawa naik sebaiknya dibawa turun kembali.
Pagi pukul 5 saya sudah bangun, semalam sedikit gerimis dan saya juga tidur tidak terlalu nyenyak, sering terbangun karena punggung sakit. Sudah memakai sleeping bag tidak menjamin tidur nyanyak, mungkin karena sleeping bag  yang saya pakai sudah tipis, saya meminjamnya dari teman saya yang sering ngetrip juga (sudah bagus dipinjamkannya ke saya, masih saja asaya menggerutu hehe)..  Embun pagi masih basah di ranting2 pohon, saya menuju kamar mandi untuk ambil wudhu, bbrrr airnya bak es yang masih membeku di lemari es, dingin sampai ketulang. Saya paksakan cuci muka, gosok gigi dan berwudhu. Saya sholat didalam tenda dengan berduduk.
Satu persatu teman-teman bangun, ada yang masih mengantuk, ada yang langsung berlari kecil untuk berolahraga ada juga yang masih mendengkur dibalik selimutnya. Udara yang masih lembab dan matahari yang belum juga muncul membuat malas untuk beranjak dari tenda.
Jam 8 pagi panitia memberi pengumuman untuk berkumpul dan menyiapkan diri untuk ke puncak papandayan. Walaupun sedikit gerimis kami ikut komando panitia mendaki sampai puncak papandayan, sayangkan kalau udah sampai sini tapi kita hanya sampai pondok saladahnya saja. Masih ada hutan mati, tegal alun dan tegal air sebagai tempat tujuan disini. Kurang lebih satu jam kita sampai di hutan mati...

Setelah hutan mati ada tegal alun...
Tegal air yang tidak ada airnya..


JUMP AT HUTAN MATI WITH DEWI


APPLE DARI NENEK TUA UNTUK CINDERELLA *APASIH

HUTAN MATI

TEGAL ALUN
TEGAL AIR
PONDOK SALADAH

MEET A NEW FRIENDS








TEAM KELES SIAP PULAANG


Kami tidak sampai ke puncak papandayan karena sudah agak siang, sepertinya tidak cukup waktunya kalau kami memaksakan diri ke puncaknya. Tapi kami sudah cukup puas sampai ke tempat-tempat tadi. Dan kami pun kembali ka pondok saladah, bersih-bersih diri, masak untuk sarapan dan siap kembali ke rumah masing-masing.



1 komentar:

  1. ternyata bukan puncaknya saja yang membuat penasaran, tegal air juga. ada di mana tu? jangankan tegal air, puncak yang jelas disebut aja ga ketemu di sini: http://bludstory.blogspot.co.id/2016/03/mencari-puncak-gunung-papandayan.html

    BalasHapus