Minggu, 27 Desember 2015

BIRUNYA SATONDA YANG CANTIK

Melanjutkan postingan Pulau Moyo saya, pagi itu kami disiapkan makan pagi nasi goreng oleh Pak Man untuk menemani perjalanan kami dari Pulau Moyo menuju destinasi berikutnya. Rasa nasi goreng saat itu biasa saja, masih enak buatan mama saya yang hampir setiap minggu ia buat. Yang berbeda adalah tempat menikmatinya yaitu kami makan nasi goreng ditengah laut. Kami disuguhi pemandangan alam yang sungguh luar biasa, Pulau disebelah kanan kami terlihat kering yang berwarna kecoklatan. Bukit-bukit yang tidak ada pohon bak gurun afrika membawa kesan tersendiri bagi kami bahwa Indonesia memiliki daerah-daerah yang sangat beragam. Saya harus berhati-hati saat makan di atas kapal, karena kapal yang bergoyang-goyang terkena ombak yang pagi itu cukup kencang membuat kapal kami yang kecil berayun-ayun.

Berlabuh Di Satonda

Sama seperti ke Kenawa di post saya Hello Kenawa! kapal kami tidak bisa berlabuh di Pulau Satonda, jadi kami harus menggunakan kapal kecil lagi. Tapi kali ini kapal kecilnya disediakan dari Pulau Satonda jadi kami dijemput oleh pihak mereka dan kali ini kapalnya lebih besar, bisa dinaiki sampai 6 orang.

And Hello Pulau Satonda!

Hello Satonda

Groufie

Kesan pertama saya menginjakkan kaki di Satonda seperti ke Pulau Harapan. Pulau harapan memiliki gapura seperti pulau satonda, tapi ini jaauuuh berbeda.
Pulau satonda di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, ini unik berupa daratan vulkanis yang terbentuk karena letusan gunung api di dasar laut sedalam 1.000 meter sejak jutaan tahun lalu. Pulau Satonda juga menyimpan kekayaan terumbu karang di perairan sekitarnya. Danau purba di Pulau Satonda ini terbentuk dari letusan Gunung Satonda beribu-ribu tahun lalu. Gunung Api satonda konon berumur lebih tua dari Gunung Tambora. Danau yang terbentuk di kawah Satonda dulunya berisi air tawar. Letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami mengantar air laut mengisi kawah tersebut dan mengubahnya menjadi danau air asin hingga kini  (Kompas Travel.red). Airnya terlihat berwarna biru tua, cantik! Karena disekelilingi bukit yang berwarna hijau yang ditumbuhi pepohonan. Sayang diantara kami tidak ada yang berenang di danau tersebut, jadi tidak ada yang bisa ditanyakan bagaimana rasanya berenang di danau itu.

Dengan Latar Belakang Danau Satonda

Di pinggir danau ada sebuah pohon, uniknya pohon ini banyak tulisan yang ditulis diatas batu sebagian berisi nama orang. Saya pernah baca kalau ini seperti wish mereka agar bisa kembali ke tempat ini. Unik sih, tapi sayang aja pohonnya jadi tidak enak dipandang, karena banyak batu dan tali yang digantung dipohon  itu.

Pohon Batu



Sebagian teman saya mengajak ke puncak Satonda yaitu menyusuri bukit ke sebelah kanan. Perjalanan menuju puncak lumayan mendaki, dan saat itu matahari cukup terik. Saya dan 2 orang temen saya sedikit malas untuk sampai puncak, karena di tengah perjalanan menuju puncak viewnya sudah baguus. Dari sini saya sudah bisa melihat warna air didanau satonda. 


I Love Indonesia
                                    

Gersang, Panas tapi Happy
History
Dan ini photo dari teman saya yang sampai puncak bukit yang mengelilingi danau satonda.

Danau Satonda nan cnatik

Saya tidak terlalu lama menikmati danau ini, saya beranjak kembali ke kapal, saat perjalanan kembali saya foto view pantainya dan… cantiik!


Jalan menuju pantai


Coba bayangkan kalau halaman belakang rumahmu kaya gini. Duuh saya mah betah banget dirumah #sambilbayangin

Di pinggir pantainya ada tempat duduk untuk menikmati udara pantai yang siang itu cerah dan sejuk. Matahari sedang bersinar begitu teriknya, pantulan sinarnya membuat gradasi air yang cantik dan memanjakan mata. Kami duduk sejenak sambil menunggu kapal untuk mengantar saya kembali ke kapal sailing . Ada warung kecil yang menjual souvenir dan madu. Madu disini adalah madu asli Sumbawa. Harga yang ditawarkan untuk botol kecil seharga 50.000 dan yang besar 70.000-80.000 (saya agak lupa). Saya tidak membelinya karena berpikir perjalanan saya yang masih lama dan takut nanti disemutin, Retno teman saya yang membelinya, untuk oleh-oleh bapaknya yang sudah berpesan untuk minta dibelikan.

Madu Sumbawa

Saya kira di Satonda ini kami hanya akan melihat danau air asinnya saja. Ternyata kami juga bersnorkling disini. Wah asiknya! Kemarin sempet berenang sebentar dari kapal menuju Pulau Moyo, tetapi jaraknya dekat jadi belum benar-benar merasakan  asinnya air laut. Nah kali ini saatnya snorkeling dan berenang. Kami snorkeling tidak terlalu jauh dari pinggir pantai jadi tidak terlalu dalam, dari atas kapal sudah bisa melihat karang didalam laut. Airnya jernih banget, segar dan asin tentunya *yakali manis*.

Pulau Satonda, Airnya yang biru dan jernih

Si Ikan Biru mau berangkat Sekolah

Karang di Pulau Satonda, sepertinya banyak yang sudah mati 

Salah satu karang di Pulau Satonda

Karena snorkling tidak terlalu jauh dari pantai, jadi dasarnya masih berpasir

Snorkling


Tadinya mau upload video cantiknya air laut di Satonda, tapi skill edit video masih amatiran, yowislah nanti videonya menyusul.

Sampai bertemu lagi Satonda, birumu membuat rindu~


4 komentar:

  1. indah sekali pemandangannya. terutama airnya yang biru itu loh mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas,, Indonesia memang indah. Terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  2. Awalnya saya kira nama laut di Jepang, eh taunya di negara sendiri. Btw, butuh budget berapa kira2 buat sampe ke situ, mba? Jadi pengen deh mampir ke Satonda, pengen nyobain air asin di danau yang keren itu, siapa tau bisa awet muda kan. Hahaha

    Salam kenal, mba Putri. :)
    http://penjajakata.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kalau ke satondanya aja saya kurang tau mas, saya pake travel kencana Adventure, jadi sailing dari lombok ke labuan bajo. Kemarin saya kena 1.750.000 $hari 3 Malam. Nah ini sih baru sampe satondanya masih ada beberapa tempat lagi hehe.. Makasih mas sudah mampir :)

      Hapus