Minggu, 06 Desember 2015

SEJENAK DI SENGGIGI LOMBOK,,,


Masih menyambung dengan blog sebelumnya Semua berawal dari mimpi .


Clear sky
Assalamu'alaikum Lombok...

Pesawat Lion air yang saya tumpangi berangkat sesuai jadwal, saya sampai lombok pukul 12 waktu indonesia tengah *majuin jarum jam*
Alhamdulillah akhirnya pernah juga ke Lombok hihiy.. #lalala #yeyeye
Setelah menunggu untuk mengambil bagasi pesawat, saya berjanji dengan teman yang juga akan mengikuti sailing untuk bareng ke penginapan. Dia sudah sampai duluan dari jogja dan menunggu saya dan retno. Wah nambah temen baru lagi nih, asyik.

Senggigi menjadi pilihan saya bermalam, selain karena teman-teman baru saya juga menginap disana, di senggigi juga kami akan dijemput dari pihak Kencana Adventure.

Ini view sepanjang jalan menuju penginapan saya di Senggigi












Pukul 2 siang saya sudah sampai penginapan yang sudah saya booking seminggu sebelumnya yaitu Baleku. Penginapan ini cukup murah, permalamnya 150.000 sudah termasuk dengan sarapan pagi. Penginapan ini bisa ditempuh dengan menggunakan bus damri dari Bandara Internasional Lombok Praya. Tidak sulit untuk menemukannya karena letaknya berseberangan dengan Pantai Sengigi. Ke penginapan ini kurang lebih menempuh perjalanan selama 1 jam dari bandara dengan biaya 35.000.
Saya mendapatkan kamar yang di depan taman dan langsung mengarah ke jalan, keunikan dari penginapan ini, tidak ada kuncinya. Jadi cara menguncinya yaitu ditahan dengan kayu atau pakai gembok, sungguh terasa tradisionalnya. Selain itu pada kamar mandinya tidak memakai atap hanya daun dari pohon kelapa untuk sekedar menutup atapnya. Lantai kamar mandinyapun memakai batu alam kecil, makin membuat suasana desa di penginapan ini. Recomended buat kalian yang menginginkan suasana desa, yang jarang ditemui di kota. Didepan kamar saya ada bale dan kolam renang juga, dibalenya terdapat hammock untuk sekedar bersantai membaca buku, nah saya sempat mencoba hammocknya dan gini yaa rasanya duduk di hammock, menurut saya sih agak kurang nyaman atau karena saya salah posisi? entahlah hehe..

Hammock


Di itinerary awal yang saya buat sebenarnya hari pertama saya ingin berkeliling lombok sekitar pantai kuta, dan tanjung aan. Tapi setelah memikirkan dan berunding dengan partner trip saya, kami memutuskan untuk gabung dengan teman yang lain untuk jalan-jalan sekitar senggigi saja. Selain karena letaknya lumayan jauh dari meeting point sailing kami, kami yang awam lombok takut tersesat dan tak tau arah jalan pulang #eeeaaa. Yah intinya daripada nanti malah ga jadi sailingnya mendingan kami keliling senggigi aja.

Setelah beristirahat sebentar, saya dan retno memutuskan untuk mencari makan dan jalan-jalan sekitar pantai senggigi. Untuk mencapai pantai senggigi kami hanya menyeberang jalan dari penginapan saja. Saat kami kesana hanya terlihat beberapa anak kecil yang sedang bermain di pinggir pantai..


Pantai Senggigi

Anak-anak yang sedang bermain di pantai


Tidak jauh dari pantai senggigi terdapat Pura bernama Pura Batu Bolong. Pura ini sebagai tempat sembahyang umat hindu, untuk masuk ketempat ini pengunjung dianjurkan untuk memakai tali pengikat berwarna kuning dan dengan membayar 10.000. Ohiya ada juga aturan untuk wanita yang berhalangan dilarang masuk kesana.




Sesajen

Beberapa orang terlihat sedang sembahyang

Pura Batu bolong

Selfie

Sebenarnya terdapat pura diatas, melewati tangga dibelakang saya berdiri ini, tapi karena saya muslim dan terdapat tulisan hanya untuk yang sembahyang saja yang boleh keatas, saya mengurungkan niat untuk keatas. Saya cukup berjalan disekitar area bawahnya saja.

Pura ini juga sudah menjadi objek wisata yang terkenal, terlihat dari beberapa bis yang mengunjungi pura ini, jadi jika kalian berkunjung ke senggigi tidak ada salahnya untuk mengunjungi tempat ini.



Bersama Retno

Ada penjual mutiara lombok

Malam hari saya telah bertemu dengan teman-teman yang akan sailing esok hari. Kami makan malam disalah satu warung makan dekat penginapan. Yang menarik adalah saya menemukan air mineral merk Rinjani hihi.. jadi ini air minum produksi local Lombok. Rasanya sama dengan air mineral lainnya dengan harga lebih murah..



Hari semakin larut kami istirahat untuk menyiapkan tenaga untuk perjalanan panjang sailing yang dimulai esok hari… Seperti apa ya pertama kali merasakan naik kapal sailing dan melihat tempat-tempat indah yang belum pernah dibayangkan?







0 komentar:

Posting Komentar