Selasa, 19 Januari 2016

MENGGAPAI (MIMPI) PUNCAK GILI LABA

Tiba saatnya hari yang saya tunggu sejak setahun yang lalu. Mimpi saya mencapai Gili Laba.
Siang itu setelah kurang lebih 18 jam perjalanan dari Pulau satonda akhirnya saya menginjakkan kaki di Gili Laba. Hello My Dream! Gili Labaaa.. excited? Pastinya, itulah yang saya rasakan apalagi ditambah perjalanan 18 jam yang penuh suka dan duka, terbayar LUNAS!

Photo by Evan

Sebelumnya saya mau cerita 18 jam yang penuh suka duka itu. Setelah kami puas berenang-renang cantik di satonda kami sudah diberitahukan bahwa kami akan menempuh perjalanan 18 jam menuju destinasi berikutnya.  Siang hari setalah makan siang, iseng ga ada kerjaan tapi pengen “ngunyah” jadi saya buat popmie bersama teman saya. Sepanjang perjalanan yang kami temui hanya lautan luas tak berujung, tidak banyak terlihat pulau-pulau yang kami lewati. Ombak saat itu juga cukup besar dan angin yang kencang. Entah telah berapa kali kapal kami sedikit oleng bergoyang kesana-kemari dikarenakan kapal kami yang tidak terlalu besar. Disaat saya makan popmie si perut ikut bergejolak, mual akibat ombak yang membuat badan dan kepala saya berputar, terhempas, dan yak akhirnya saya ”jackpot”! Mual yang tidak bisa tahan akhirnya keluar begitu saja.  Untung siang itu banyak yang sudah tidur di atas jadi yang lain tidak terpengaruh. Setelah selesai sampai badan lemas, bersihkan diri, saya minum 2 antimo lalu langsung tidur pulas sampai malam.





Malam hari kami berkumpul dibawah untuk makan malam. Saat makan malam ini tidak semua yang ikut trip ini makan, ada beberapa yang “bablas” ketiduran, sepertinya mereka minum antimo lebih banyak dari saya. Dan mau tau menu masakan kami malam ini? Pak Man sang ABK memasak Mie Instan dan Ikan *duuh*. Bisa dibayangkan kan keadaan kami yang sudah dan masih terombang ambing ditengah laut dan kami disajikan makan mie? Bukannya tidak suka tapi mie ini menurut saya dan kebanyakan orang membuat perut mual karena kandungan mecinnya itu. Beberapa teman dan saya tidak mengambil mie, saya hanya memakan sedikit untuk mengisi perut yang telah kosong akibat “jackpot” tadi siang. Untungnya selain lauk tersebut kami juga disajikan buah nanas. Nah kalau nanas ini kebalikan dari mie, karena nanas bisa menawar rasa mual,karenarasanya yang sedikit asam.Kamipun berebut untuk memakannya. Makan selesai dan tiba-tiba… beberapa orang teman saya berlari dan…yak “jackpot” mungkin mereka mencoba menelan mie tersebut tapi tidak bisa. Jadi sepertinya jika kalian mau sailing dengan kapal, tidak disarankan membawa mie, memang praktis tapi membuat perut mual, sebaiknya membawa bekal seperti roti atau biskuit untuk persiapan jika lapar.

Suasana Makan Malam, tapi bukan saat malam ini sih (baca:makan mie)

Makan selesai, sholat, dan minum antimo lagi 2 tablet. Sebelumnya saya membayangkan kalau malam bisa ngobrol atau bercanda hahahihi untuk menghilangkan rasa bosan bareng teman-teman, tapi kenyataannya tidak bisaaa. Malam hari tidak berbeda dengan siang hari, goncangan dari ombak masih terasa. Kapal kami tidak berenti atau bersandar dipulau, karena akan memperlama kami sampai ditujuan berikutnya. Jadi kapal terus berjalan dengan kondisi gelap. Milky way? Sepenglihatan saya sih tidak ada tapi saat itu langit cerah, menemani perjalanan kami menuju destinasi berikutnya. Ohiya untuk kapal yang saya pakai dari kencana adventure (backlink), kami mendapatkan kasur matras yang cukup empuk ditambah selimut. Saya tidak membawa sleeping bag tapi kasur ini sudah cukup nyaman, mungkin hanya perlu membawa selimut dan jaket untuk menghangatkan tubuh. Saat malam tidak terlalu dingin, selain karena saya tidur di agak tengah kapal, penutup kapal (terpal) juga cukup tebal dan anginnyapun tidak terlalu kencang.

Selamat Pagi Flores!
Pagi itu alarm handphone saya berbunyi pukul 4 pagi, biasa membangunkan untuk sholat shubuh, setelah mencari-cari darimana suara itu berbunyi saya mematikan alarm tersebut dan… tidur lagi *kebiasaan*. Alarm kedua berbunyi lagi pukul 04.30 saya matikan alarmnya dan baru bangun untuk sholat shubuh. Saya sholat shubuh dengan bertayamum karena persediaan air yang terbatas. Sholatnyapun saya sambil tidur, sebenarnya bisa sambil duduk, tapi saat itu sepertinya saya masih sulit untuk mengangkat tubuh saya, entah tubuh saya yang masih lemas atau masih dibawah pengaruh si obat anti mabok *alasan*.  Sholat shubuh selesai, saya lihat teman-teman saya masih terlelap dengan nikmatnya dan saya memutuskan untuk…. tidur lagi hahah!

Kira-kira pukul tujuh atau delapan pagi teman saya membangunkan saya untuk sarapan. Kami dibuatkan sarapan pancake pisang atau pisang pancake, entahlah apa namanya. Kebanyakan air rasa terigu dan pisang yang sedikit *komentar mulu* *biasa perempuan begitu* tapi dimakan juga hehe..




Matahari sudah meninggi, panas? Tentunya, kapal kami berjalan tepat kearah sinar matahari. Pagi itu kami melihat sekumpulan lumba-lumba yang menari-nari. Seperti mengatakan, Selamat datang di Flores! . Mereka cukup lama menghampiri kapal kami beratraksi berlarian kesana kemari.

Hey sudah banyak pulau yang terlihat, tidak seperti sore kemarin yang sejauh mata memandang hanya laut-laut saja. Nah ini sudah banyak gugusan pulau-pulau besar, ya kami sudah semakin mendekat ke destinasi kami yaitu Gili Laba.
Pukul 11 siang, kapal kami bersandar di Gili Laba Wohooooo..

Gili Laba terletak dikawasan sumbawa flores. Pulau ini terkenal karena banyak paket tur sailing trip ke Taman Nasional Komododan menawarkan untuk singgah ke pulau-pulau disekitarnya. Gili laba merupaka salah satu spot favorit yang ditawarkan selain itu ada beberapa pulau lain seperti Pulau padar, Pulau kelor, Pulau kalong dan beberapa pulau lainnya.
Kapal kami langsung menepi dipulaunya, tidak perlu memakai kapal kecil lagi untuk sampai ke gili laba. Menginjakkan kaki di pasir putih pantainya seperti ada haru yang ada, dalam hati berucap akhirnya sampai juga yang dulu hanya bisa dilihat lewat photo *mewek* and this is my video..


Dari bawah terlihat cukup tinggi puncaknya, tapi dengan niat dan tekad yang kuat saya harus sampai pucuk eh puncak maksudnya.



Bismillah, kemiringan puncaknya cukup tajam dan sedikit berbatu 10 menit berlalu, kami istirahat dan balik badan ke arah laut dan apa yang kami lihat? Masya Allah, Subhanallah ciptaan Allah yang begitu cantiknya. Berulang kali kami berkata woow-cakep-gilee-yaampun tanpa henti..

Istirahat Sejenak


Semua Berawal dari mimpi

Kalau halaman belakang rumah kaya gini, tidur di luar tiap hari juga gpp deh

Nungguin Tukang Bakso lewat *Yakalii*

Setelah minum dan merenggangkan badan sejenak, kami melanjutkan perjalanan kembali untuk sampai ke puncak. Terik matahari memberikan (panas) hangat diatas kepala saya, kaca mata hitam dan topi yang saya pakai ternyata masih belum cukup untuk menangkal panas siang itu. Jangan terlalu dipusingkan dengan panasnya, jika happy melakukannya pasti sepanas apapun tetap dijalankan *menyenangkan hati* tapi benar, jarak puncak yang jauh tadi terlihat dari atas, lama kelamaan semakin dekat. Ohiya ada beberapa teman saya yang tidak sanggup untuk melanjutkan ke puncak. Salah satunya retno, ia semalam “jackpot” dan paginya tidak sarapan jadi badannya lemas. Okey nok akan saya wakilkan untuk sampai keatas! *kasih photo* hehe…
Kurang dari satu jam saya mencapai puncak Gili Laba. Dengan 3 kali berhenti untuk istirahat dan untuk photo-photo tentunya, itu yang membuat perjalanan saya sedikit lama dengan yang lain. Dan pemandangannya seperti apa dari puncak Gili Laba? Saya juga sulit mendeskripsikannya, kalian bisa lihat dari photo-photonya..


Jangan Berkedip! Rugi deh ehehe..



Somewhere Only We Know

Baca buku Ditempat ini, dijamin... Ga Fokus!!

I Love Indonesia

Melompat Lebih Tinggi
Entah ini sedang apa, liat masa depan mungkin #eh

Ditempat kaya gini cuma selfie sekali? Rugi.. coba selfie 360 derajat hehe..


Gili Laba


Ini Bukan di studio Photo

Perang tongkat
Setelah tidak cukup puas, saya kembali turun. Ohiya saat itu pengunjung Gili Laba tidak terlalu banyak, hanya beberapa wisatawan asing yang berada disana, jadi kami bisa leluasa photo karena tidak terlalu mengantri dengan orang lain. Angin diatas cukup kencang, puncaknya tidak terlalu luas jadi kami harus hati-hati agar tidak terjatuh. Saat turun lebih cepat daripada saat naik mungkin sekitar 30 menit kami sudah sampai dibawah tentu juga kami harus berhati-hati juga, agar tidak tersandung batu, disarankan memakai masker juga saat turun karena sedikit berdebu karena jalurnya bertanah.



Dengan segala rasa yang ada saya tersenyum, mimpi saya sudah menjadi nyata, impian yang dulu hanya bisa liat di photo sekarang menjadi nyata. Mission completed, saya berharap ini bukan kunjungan saya yang terakhir ke Gilli Laba, semoga masih ada kedua bahkan ketiga kalinya, Insha Allah. Aamiin..



17 komentar:

  1. Antimo mng dahsyat kalo buat tidur :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iyaa paling manjur kalo soal uuntuk perjalanan jauh dan obat tidur. Makasih mas cum sudah mampir :)

      Hapus
  2. cantiiik pemandangannnyaa. doain aku biar bisa ksana jga y mbak. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa aku doain mba biar bisa kesana juga. Makasih sudah mampir yaa :)

      Hapus
  3. Aku bingung mau bilang apa,,,,bersyukurnya itu susah diungkapin lewat kata2 bisa nyampe ketempat itu....eeehhhh tapi untung mba putri gak sebutin merk yaah disitu syp yang "jackpot" saat makan...(alhamdulillah)....kala itu aku bukan gak kuat ke atas,,,walau dalam hati menggebu2,,,tapi apa daya saat itu udah mao pingsan akibat mabok dan kaget terikny matahari,,,drpd aku merepotkan mba putri aku memilih duduk ditempat yg mampu aku daki....dan pemandanganny juga gak jauh beda kq sama yg diatas,,,,cuma ajah keilangan momen foto barengnya....😭😭😭😭






    Maafkan aku yaa sahabatku....jangan bosen ajak pergi aku yaa....hahahahah,,,wkwkwkwk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya terimakasih atas sepatah dua patah kata yang tak patah-patah. semoga suatu saat nanti kita bisa kesuatu tempat yang merupakan impian kita sambil berpegangan tangan menuju puncak.. *lebay* ahaha ngajak perginya sih ga pernah bosen, yang bosen itu udah diajak tapi ditolak berkali-kali #halah

      Hapus
    2. Hahaha,,,kapan sih pernah nolak ajakan princess???*mendadak manehsia...😂😂 karena jadwal kerja kita yg gak singkron....wkwkwk

      Hapus
  4. Balasan
    1. Iya kak tempatnya memang luar biasa kereen. Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  5. Huaaaa... Gw dah nulis komeng puanjaaang lebar gak masuk yak ternyata pas ngecek lagi :(
    *Edisi apakah mungkin sinyal lagi lemot endut-endut'an n pas mampir melipir lagi takeda disitu kadang saya merasa sedihhh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaahh tulis ulang doonk *maksa* haha rapopolah, nantikan cerita inces selanjutnyaa ahaha...

      Hapus
  6. aku belum pernah ke sini..emang cantik ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya mbak cantik banget. semoga bisa kesini ya mbak :)

      Hapus
    2. Gilaaaaaa lautnya indah bangeet T.T

      Hapus
    3. Iya Indonesia memang indah mas.. Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  7. Pengen bangeeettttt ke siniiiii..... :ooooo

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. semoga suatu hari nanti bisa kesini ya jah :).. Makasih udah mampir

      Hapus