Minggu, 28 Februari 2016

AKHIRNYA BERTEMU KOMODO DI PULAU RINCA

Hari keempat setelah “mandi pagi” di pink beach (saya akan menceritakan pink beach di blog selanjutnya) Kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang paling penting perjalanan ini yaitu Taman Nasional Komodo. Taman Nasional komodo meliputi Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar. Pulau Komodo saat ini juga merupakan salah satu dari New Seven Wonders of Nature dan juga telah diakui oleh UNESCO sebagai tempat langka di dunia (sumber : wikipedia) . 
Nah pastilah sebagai warga Indonesia kita bangga karena salah satu tempat di Indonesia telah terkenal mendunia.

Namanya juga sailing ke pulau komodo, masa ga ketemu komodo, gimana kalau ditanya,
“abis dari mana lo ?”
“Ke Pulau komodo donk *dengan bangganya*
"Wah liat komodo donk?"
"Ngg..nganu ga ketemu komodo”
“ahh boong lo yaa, hajsfioqwfhiqw *percakapan disensor K*I

Nah dihari terakhir sailing ini saya mengunjungi si Last Dinosaurus, hewan yang hampir punah karena jumlahnya yang sudah sedikit. Sekitar Pukul 11 pagi kapal kami bersandar di dermaga Loh Buaya. Kami memilih ke Pulau Rinca, tidak ke Pulau Komodo, karena banyak yang bilang di Pulau ini lebih banyak ketemu komodonya daripada di Pulau komodo itu sendiri. Di dermaga ini sudah ada beberapa kapal yang bersandar. Mulai dari kapal pinisi yang besar sampai kapal kecil telah merapat dengan teratur. 



Dermaga Loh Buaya, Pulau Rinca



“Selamat Datang di Flores Indonesia” kami disambut dengan sapaan hangat salah satu guide yang menanti kami di depan gerbang. Kami disambut seperti turis asing yang diperkenalkan kalau Pulau ini bagian dari Negara Indonesia.  Ya Pak kami juga dari Indonesia imbuh saya. Sejenak menunggu teman-teman untuk berkumpul di depan dermaga ini untuk berfoto. Ohiyaa kami telah sepakat kalau di pulau ini kami menggunakan dresscode berwarna putih. Dan inilah kami si white shirt and steffy travel *asal*

Travelmate


are you ready?



Kami diberi pengarahan terlebih dahulu sebelum trekking. Ada beberapa pemandu yang akan mendampingi kami. Kami menggunakan long trek, sekitar 1 jam untuk mengelilingi Pulau Rinca ini.

Diberi Pengarahan terlebih dahulu

Hewan lain yang ada di Pulau Rinca

Dan berjalan tak berapa lama kami disambut sama si komodo yang lagi santai berjemur di siang hari. Sepertinya komodo ini sengaja ditaruh didepan sebagai penyambut kami yang memang ingin bertemu mereka. Mereka seperti sudah terbiasa dengan manusia. Tidak agresif, cenderung diam, pasif dan pemalu  *ini apaan coba*. Pemandu kami atau biasa dikenal ranger pink juga menjelaskan, sekarang mereka sudah biasa dengan manusia, asal kami tidak bergerak yang membuat komodo ini risih (misalnya tiduran dibahu komodo *yakali*).

Assalamau'alaikum Komodo..



Kamu Siip Kom..


Gede yaa Komodonya

Komodo lagi berjemur
Deg-degan Selfie bareng komodo

Pertama kali saya melihat komodo ya gitu, kaya lihat komodo aja. Ukurannya cukup besar, lidahnya panjang dan tatapannya tajam *uuh*. Cara berkembang biak Komodo dengan kawin antara bulan juli- agustus.  Setelah itu betina akan bertelur sekitar 20-30 butir  dan masa inkubasinya selama 8-9 bulan. Komodo ini mampu bertahan sampai usia 50 tahun loh, wah mungkin sampai punya cucu bahkan cicit hehe.. (sumber : disini )

Setelah cukup untuk foto-foto dan selfie yang gagal karena ngeri kalau tiba-tiba si komodo pegang bahu saya untuk photo, kami melanjutkan mengelilingi Pulau Rinca.


Musin Gugur di Pulau Rinca

Pulau rinca saat itu kering sekali, karena masih dalam musim kemarau. Daun berguguran, hutannya tidak terlalu lebat, kebanyakan pohon-pohon yang sudah kering. Di tengah perjalanan ranger memberitahu kami bahwa ada komodo. Komodo ini jika kita tak perhatikan benar, mirip dengan kayu atau pohon dijalan. Warnanya yang hitam kecoklatan membuat dirinya seperti bunglon yang menyesuaikan dengan tempat dia berada. Dan karena memang mereka juga (mungkin) sudah biasa, didekatipun komodo ini tidak langsung pergi. Dia tetap asik nongkrong di pinggir jalan sambil nungguin tukang bakso lewat .


Warnanya agak samar dengan tanah

Long track Pulau rinca melewati jalur yang turun naik, kami mendaki bukit untuk melihat hamparan savana yang kering namun tetap mempesona. 

Jalur long track di Pulau Rinca

Savana Pulau Rinca







Yang Mana Rangernya?


Hello Kom..

Tempat tidak biasa dengan Gaya yang tidak biasa juga, Biasa aja kali mbak!

Beruntung kami memilih untuk mengikuti long track, walaupun tidak banyak bertemu dengan komodo, tapi kami mendapatkan pemandangan yang sangat indah. Lukisan yang sempurna dari Sang Pencipta. Kapal-kapal yang berada di laut dibatasi pulau yang cantik, pohon yang hijau dengan langit biru. Hari yang indah bertemu komodo, dihari terakhir sailing saya.


Lukisan Sang Pencipta

Menikmati Perjalanan
"Perjalanan adalah soal menikmati. Menengok kanan, kiri, depan, belakang. Setidaknya dalam perjalanan kita butuh jeda, butuh berhenti sejenak, merenggangkan kaki, mengatur napas. Kita butuh jeda, untuk menikmati perjalanan."


15 komentar:

  1. Baguusss yaah mbak....suka banget sama lukisan sang penciptanya yaa mbak... kapan2 ajak2 saya yaa mbak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaak, semua ciptaan-Nya juga saya suka. Kapan-kapan kalau situ ga sibuk saya ajak yaa.. Terima kasih sudah bacaa :*

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komodonya kaya dah jinak gitu ya? Huhuhu.. Ga merinding apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya yang didepan sepertinya udah jinak, jadi kaya langsung disambut gitu biar ga usah jalan jauh2 ketemu komodonya. Ga merinding juga sih, kan banyak ranger yang jagain. Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  4. Ini sih keren banget tempatnya :O
    Mbak suka traveling, ya?
    Kalo iya, sama dong! :D
    Ditunggu postingannya tentang Pantai Pink. Penasaran. Bakal sama nggak ya kayak Pantai Pink di Lombok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai mba.. iya saya suka travelling,seneng ya kalo lagi travelling, Indonesia keren banget. Tungguin postingan berikutnya hehe, Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  5. keren....
    eksotis sekali ya mbak komodo itu. cocok lah jadi ikon indonesia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya eksotis dan mengagumkan, seneng juga bisa ketemu hewan purba, cocok banget jadi ikon indonesia. Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  6. Gw ngak sanggup longtrack, begitunyampe langsung cuss mana komodo nya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha yang penting udah ketemu ya mas cum, cium tangan langsung balik lagi yaak hehe..

      Hapus
  7. Keindahan pemandangan lukisan tuhan itu begitu indah adanya, tak perlu banyak kata-kata untuk menjelaskannya cukup melihatnya (apalagi secara langsung) saja sudah mengerti bahwa itu indah sekali :))

    sastraananta.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa tapi tanpa kata tak bisa kita memberi tau rasanya jika berada disana eheh.. terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. lebih suka pemandangannya dari pada komodonya takut di caplok hehiha

    BalasHapus