Senin, 18 April 2016

SEHARI DI LABUAN BAJO : AIR TERJUN CUNCA WULANG DAN GOA RANGKO

Labuan Bajo merupakan destinasi akhir sailing Lombok menuju Flores saya Oktober 2015 kemarin. Tidak ada rencana untuk explore tempat ini, niat awal setiba di Labuan bajo esok harinya saya ingin langsung balik ke Lombok. Ternyata di tengah perjalanan sailing saya ada teman saya yang menawarkan untuk ikut explore Labuan Bajo. Dengan rayuan maut itu, saya jadi tertarik untuk ikut mereka explore Labuan bajo. Tempat yang akan kami kunjungi adalah Air Terjun Cunca Wulang dan Goa Rangko.
Sampai di Labuan Bajo sore hari, matahari berjalan meninggalkan Labuan bajo seiring berpisahnya teman-teman saya yang telah memiliki perjalanan selanjutnya. Saya dikenalkan dengan teman saya yang sudah pernah ke Labuan bajo dengan seseorang yang bisa mencarikan penginapan di sekitar Labuan bajo. Namanya Bang Hatta,dengan wajah khas orang flores, perawakan tinggi tetapi murah senyum. Bersama Bang Hatta saya diajak ke penginapan yang tak jauh dari pelabuhan. Nama penginapan yang akan saya tempat adalah Hotel Kharisma. Hotel ini tidak terlalu mahal, permalam seharga 150,000 dengan doble bed dan kamar mandi di dalam. Disekitar hotel saya banyak terdapat travel untuk sailing, tempat makan dan tempat oleh-oleh. Jadi cukup mudah jika ingin kemana-mana.

Penginapan di Labuan bajo



Malam hari saya menyempatkan untuk Laundry baju selama sailing, karena stok baju sudah menipis dan basah. Ada beberapa laundry rumahan disekitar hotel tapi karena waktu itu sudah malam, jadi beberapa sudah tutup. Saya mendapatkan laundry seharga 10.000/kg.

Akhirnya saya bisa tidur diatas kasur yang lumayan empuk daripada waktu dikapal, dan mandi dengan air yang lebih dari 1 liter banyak, Hore!. Ohiya hotel ini airnya air tawar, mendingan sih, daripada pake air laut *ohtidaak*. Mari Tiduur!

Pukul 7 pagi kami berkumpul di depan hotel saya, kami rental mobil, yang telah di booking sebelumnya. Jadi yang ikut 7 orang dengan menggunakan mobil kijang.  Tujuan pertama kami adalah Air Terjun cunca wulang. Saya sebelumnya pernah mendengar tempat ini, medan ke tempat ini katanya cukup sulit untuk sampai ke air terjunnya. Air terjun cunca wulang terletak di desa wersawe, Mbeiling Kabupaten Manggarai barat.
Kenyataannya jalan menuju kesana cukup baik, hanya saja berkelok-kelok melewati perbukitan. Jalan disini tidak terlalu ramai kendaraan, hanya beberapa kendaraan saja yang kami temui. Kurang lebih 2 jam kami sampai di cunca wulang. Ada beberapa jalan yang kami temui masih tanah ditambah genangan. Ini membuat kami beberapa kali turun dari mobil agar abang yang membawa mobil lebih mudah melewati jalan tersebut.

Setelah bertanya dengan penjaga untuk masuk ke air terjunnya kami diwajibkan menggunakan pemandu. Karena untuk mencapai air terjunnya memasuki hutan dan jalan setapak. Kami didampingi oleh 2 bapak yang akan mengantarkan kami. Bapak ini tinggal di desa cunca wulang, kami sempat diantar kerumahnya. Salah satu dari istri bapak tersebut sedang membuat gula merah. Dan saya baru pertama kali ini melihatnya. Tradisional sekali dengan kayu bakar untuk memasaknya.
Melanjutkan perjalanan kami memasuki hutan yang cukup rimbun. Ada pohon karet, pohon delima dan pohon-pohon lain.


Desa Warsawe
Ketemu Pohon Jambu Monyet dan Pertama kali coba
Berhenti dulu

Menuju Air Terjun Cunca Wulang





Kurang lebih satu jam kami sampai di batu-batu besar. Belum terlihat air terjunnya. Seperti aliran sungai yang tidak terlalu jernih tapi tenang. Kami menyusuri menuju ke tempat yang lebih tinggi.
Disini kita bisa berenang dan bahkan jump dari ketinggina. Sayangnya saya tidak membawa baju ganti, jadi saya tidak bisa berenang cantik disini. Saya hanya berfoto-foto dan mengabadikan tempat ini.


Cika Berenang
Gaya Suka-suka

Ohiya Cunca wulang adalah 2 kata yaitu Cunca yang berarti Air terjun dan Wulang yang berarti pelangi. Nah bisa dilihat dari photo ini sih, memang ada seperti banyang pelangi di dinding batunya.
Sedikit ngeri melihat air terjun ini, terlihat sangat dalam dan berbatu. Didalamnya juga terdapat pusaran yang bisa menarik. Akhir pekan lalu juga terdapat berita jika ada yang meninggal karena mencoba melompat ke pusaranya tersebut (sumber : WN Malaysia dan Pemandu Meninggal di Cunca Wulang). Jadi mesti hati-hati jika kesini, jangan mencoba melawan alam, patuhi apa yang disarankan pemandu)

Pelangi di dinding batu



Saat kembali dari air terjun cunca wulang, kami melewati lagi desa wersawe, saat itu anak-anak sedang bermain di jalan. Melihat anak-anak sedang bermain saya teringat saya masih memiliki makanan didalam tas saya untuk dibagikan kepada mereka. Wajah mereka masih polos, penuh keceriaan. Mereka sangat senang saat kami memberikan makanan ke mereka. Indahnya berbagi, apalagi saya sangat senang dengan anak-anak.


Nak Manis

Membagi kebahagiaan



Adalagi ditengah jalan bertemu dengan Pak steven, beliau mencegat kami dengan menawarkan untuk mampir kerumahnya dan akan memberikan kelapa yang masih di pohon. Beliau akan memetikannya jika kami mampir. Tapi kami menolaknya dengan ramah, karna hari sudah siang. Beliau tidak marah, ia hanya minta di photo katanya agar masuk tv hehe, lucu sekali Pak steven ini. Kehidupan warga disini membawa kesan tersendiri dalam diri saya.


Bersama Pak Steven

SORE DI GOA RANGKO

Menjelang jam 3 sore kami tiba di pantai untuk melanjutkan perjalanan ke goa rangko. Kami bertanya dengan warga sekitar bagaimana kami bisa ke goa rangko. Ada beberapa kapal nelayan yang ditawarkan dengan harga yang berbeda-beda. Kami mendapat kapal nelayan yang akan mengantarkan kami ke goa rangko dengan harga sekitar 200.000 (agak lupa). Karena hari sudah cukup sore kami tidak berlama-lama untuk langsung berangkat ke goa rangko. Kurang lebih sekitar 30 menit kami sudah sampai di Goa Rangko.

Menuju Goa Rangko


Karena sudah agak sore maka cahaya yang masuk ke goa sedikit. Jadi tidak terlalu terang. Dan kali ini saya menyesal tidak bawa baju ganti. Teman saya yang berenag disini bilang asik banget. Walaupun sedikit gelap tapi airnya masih terlihat warna tosca yang cantik. Yaudah saya hanya bisa termenung melihat mereka berenang *sambil gigit jari*.




Karena kurangnya cahaya, jadi sulit untuk photo

Terlihat asyik berenang
Didalam goa rangko kami tidak terlalu lama karena hari akan gelap. Kami keluar goa rangko tepat saat matahari akan kembali ke peraduan. Sunset yang cantik menutup perjalanan kami di rangko. Sunset terakhir di Labuan Bajo. Terima kasih untuk satu hari yang menyenangkan Labuan Bajo!








Terima kasih untuk satu hari yang menyenangkan Labuan Bajo!


3 komentar:

  1. Wih sudah sampai di Labuan Bajo ya Mbak, pengen kesana juga hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kesampean ya mba bisa kesana :)

      Hapus
  2. mbak putri saya mau nanya2 mengenai di labuan bajo nih mbak ,, mbak kan nginep di kharisma hotel ada no kontaknya gak atau foto yg mbak share tpi yg belum di blur no telponnya, terima kasih

    BalasHapus