Kamis, 19 Mei 2016

MAIN SEBENTAR DI LOMBOK

Perjalanan Menuju Lombok dari Labuan Bajo

Naik turun kapal, start jam 08.30 pagi dari pelabuhan labuan bajo. Padahal semalam dikatakan kalau kapal akan berangkat jam 7 pagi. Kapalnya cukup besar, kami mendapatkan tempat duduk.
Kurang lebih 6 jam di kapal dengan berbagai gaya dari baca buku, dengerin lagu sampai tidur telah kami lakukan akhirnya sampailah kami di pelabuhan bima, dari bima dijemput bis menuju terminal bima dan berganti dengan bis yang lebih besar dan nyaman. Setelah maghrib dan shalat dijamak dengan isya kami melanjutkan perjalanan menuju lombok. Tentu dengan disambung dengan menyebrang ke dermaga khayangan.
Selama perjalanan kami beberapa kali berhenti untuk mangambil penumpang. Pemberhentian ini seperti tempat agen bis menjual tiketnya. Tiket yang dikenakan sebesar 350.000. sebelumnya saya beberapa kali telah mencari bus dari labuan bajo menuju lombok, dari web seseorang dia dikenakan biaya 200.000, dan itu tahun 2012. Dan saya pikir harga 350.000 itu wajar untuk tahun 2015.


Singgah di Rumah singgah Backpacker Lombok

Salah satu teman saya mengusulkan untuk mengunjungi rumah singgah backpacker lombok. Disana kami bertemu mamak, mamak menjual kain, kalung dan beberapa souvenir lombok. Saya menumpang mandi dan bersih-bersih. Lalu dijemput bang djen naik mobil dan beberapa teman lainnya termasuk saya pakai motor. Ditengah jalan kami mampir ke toko mutiara, sebagai anak yang saya orang tua, saya membelikan beberapa untuk mama tercinta (biar diijinkan kalau mau travelling lagi) hehe.. ini toko yang biasa langganan dengan kak dewi, teman bang djen yang tinggal di lombok dan sering membeli disini. Kebanyakan disini adalah mutiara air tawar, tapi ada juga yang benar - benar mutiara laut air asin yang pasti harganya jauh lebih mahal.


#SayangMama



Mutiara Lombok

Cantik cantik


Meneruskan perjalanan menuju destinai kami berikutnya tiba-tiba ahhhh kami terjatuh, retno yang membawa motor ingin menyalip mobil saat itu kondisi motor juga kurang oke jadi sedikit kurang seimbanga dalam membawa motornya. Terjatuhlah kami, cukup sakit, apalagi kaki saya saat itu telah jatuh juga di lutut, dan saat ini terluka di tempat yang sama (seperti hati yang terluka berulang0ulang ditempat yang sama #curcol), tapi yasudahlah namanya juga musibah tidak dapat diduga. Kami melanjutkan perjalanan dengan menukar orang, bang djen yang membawa motor kami setelah terjatuh bersama teman saya yang lain.

Dimulai dari desa sade, kami sampai pukul 11. Kesan mengunjungi desa sade seperti berada dimasa nenek saya mungkin, rumah masih tanah dan berdinding anyaman.




Banyak turis lokal maupun dari luar negeri yang juga datang kesana. Kami disambut anak pemuda kira-kira berusia 17 tahun yang akan menjelaskan Desa Sade itu. Ia menjelaskan awal mula desa sade sampai saat ini. Ada yang menarik dalam ceritanya, yaitu Jika ingin menikah,  si lelaki harus membawa lari si perempuan yang akan dinikahinya dan tidak boleh sampai ketahuan orang tua si perempuan. Baru jika wanita yang diajak lari mau dinikahi barulah mereka berdua akan meikah. Masyarakat di desa sade kebanyakan memang menikah dengan sukunya. Tapi tidak sedikit pula yang menikah dengan orang luar, tetapi mereka harus keluar dari desa tersebut (sependengaran saya saat itu).
Masyarakat di desa sade juga banyak yang menjual hasil kerajinan seperti gelang dan kain. Saya sempat melihat pembuatan kain, terlihat rumit dan memakan waktu lama, jadi wajar jika harga kain di sini cukup mahal.

Desa Sade



Setelah puas, kami melanjutkan ke Pantai Kuta Lombok. Ya namanya Pantai kuta, ternyata tidak hanya di Bali saja terdapat Pantai yang namanya Kuta, di Lombok juga ada.


PANTAI - PANTAI DI LOMBOK

1. PANTAI KUTA 


Kuta Lombok


Di Pantai ini keunikannya Pasirnya seperti kemiri, agak besar dibandingkan dengan pasir pantai pada umumnya. Disini juga banyak masyarakat yang menawarkan dagangannya yaitu kaus lombok. Agak sedikit memaksa mereka menawarkannya, saya membeli beberapa untuk oleh-oleh dan membantu perekonomian mereka juga.

Boleh dibilang kami menjelajahi pantai disini dengan kata "cuma pengen tahu aja" tidak sampai sejam kami disini. Dan beranjak ke pantai selanjutnya.

2. TANJUNG AAN

Pantai berikutnya yang saya kunjungi adalah Tanjung Aan, disini kami juga tidak kalah cepat hehe, Cuma naik ke bukit yang tidak terlalu tinggi di pinggir pantai. Disini kami bisa melihat hamparan laut yang luas nan biru.
Photo
Sepertinya di setiap tempat wisata ada penjual oleh-oleh, dan disinipun juga banyak yang menawarkan kain dan kaos Lombok. Tapi karena kami buru-buru jadilah kami bisa kabur *maafkan kami buu*

Tanjung Aan

Tanjung Aan



3. PANTAI MAWUN

Pantai terakhir penutup perjalanan kami di Lombok, walaupun saya masih di lombok sampai esok hari, tapi sepertinya saya tidak sempat lagi untuk jalan-jalan.
Sore ini Pantai Mawun cantik sekali, beberapa turis sedang duduk di pinggir pantai. Ada penjual kelapa dan jagung bakar jika kita lapar. Laut yang biru ditambah pasir putih yang halus ditambah langit yang sangat cerah menemani kami menikmati hari terakhir perjalanan kami. Ya semua dari kami akan balik ke peraduan esok hari. Matahari tenggelam dengan lembut, canda tawa menemani sore itu.

Pantai Mawun

Banyak Bule Berjemur

Belajar Photo Panorama

Jagungnya Enak



Berakhir di Mawun.. Matur suwun lombook!

Dan ini penutup perjalan saya di Lombok. Lombok - Flores - Lombok, Boleh dibilang ini ada trip terpanjang saya di Tahun 2015 yaitu selama 9 hari dari Nusa Tenggara Barat sampai Nusa Tenggara Timur, semoga masih diberi usia dan rezeki melakukannya di destinasi lain selanjutnya :) 

0 komentar:

Posting Komentar