Kamis, 21 Juli 2016

SEHARI MENJELAJAHI PANTAI DI MALANG

Pic from google

Saya dan Tery si Travelmate yang telah beberapa kali travelling bareng dia wa saya. Awalnya kami merencanakan untuk liburan di Jogja akhir tahun 2015, tetapi karena ada salah satu temannya yang ingin ke malang jadilah kami merubah haluan hidup. Karena kami telah beberapa kali ke Jogja jadi jogjalah yang mengalah. Kami merencanakan untuk ke Malang.  Sebenarnya saya pernah sekali di Bulan Mei tahun 2015 ke Malang ke Musium angkut, wisata petik apel dan mengunjungi Gunung bromo *walaupun saya belum menuliskannya di blog ini hehe, segera..*. tapi untuk kali ini Kami akan mengunjungi tempat yang berbeda. Malang memiliki segudang tempat wisata yang sangat menarik.

Nah untuk hari pertama kunjungan saya di Malang kami memutuskan untuk menjelajahi Pantainya. Kereta kami tiba di Malang Pukul 08.00 pagi, kami memesan hotel di sekitaran alun-alun tugu Malang, kami hanya perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dari stasiun Malang lama. Untung saja pengelola hotel mengijinkan kami untuk mandi sebelum check in, karena kamar yang masih penuh. Tidak berapa lama kami selesai bersih-bersih ternyata ada kamar yang kosong, jadilah kami menaruh barang dan bergegas untuk menuju Pantai pertama yang akan kami kunjungi.





PANTAI BALEKAMBANG

Pukul 10.00 kami berangkat menggunakan angkot menuju Terminal gadang, dengan biaya sebesar 5.000 kami sampai diterminal tersebut kurang lebih 30 menit. Dari terminal ini kami menyambung angkot ke terminal bantur dengan tariff yang sama dengan sebelumnya. Nah dari terminal ini sedikit drama dimulai. Kami telah naik sejenis mobil omprengan karena bentuknya yang berbeda dengan angkot. Di mobil ini si kenek bertanya kami mau kemana, kami jelaskanlah jika ingin ke Pantai Balekambang. Menurut kenek ini agak sulit akses menuju pantai itu. Setelah naik omprengan ini kami harus menyambung dengan ojek dengan biaya 50.000 yang jarak tempuhnya lumayan jauh. Si kenek dan sopir menawarkan untuk mengantarkan ke sana dengan biaya 250.000 tapi mereka janji untuk mengantarkan kami ke pantai-pantai lain. Kami menghitung-hitung pengeluaran jika kami menyewa omprengan itu dibandingkan dengan jalan sendiri yang sulit aksesnya. Kami banyak bertanya ke tempat mana lagi yang bisa kami kunjungi dan bisakah harga tersebut dikurangi. Setelah berdebat panjang lebar akhirnya kami sepakat membayar 200.000 dan diantarkan ke Pantai Goa cina dan Sendang Biru setelah ke Pantai Bale Kambang.
Lama Perjalanan dari Terminal Bantur sekitar  1 jam melalui pedesaan yang masih asri, jalan yang masih lumayan sepi.
Expektasi :


Realita :


Lumayan ramai saat saya kunjungi. Mungkin karena tanggal merah dan akhir tahun. Memang saat saya kesana sudah banyak mobil truk-truk yang membawa anak muda yang akan menghabiskan pergantian tahun baru di pantai ini.
Pantai ini cukup panas (banget), matahari sedang diatas kepala. Saat itu juga pantainya sedang pasang. Terlihat dari air yang cukup tinggi dibawah jembatannya. Beberapa photo saya lihat di instagram saat pantai itu surut dan terlihat pasir dibawah jembatannya.






Bisa dibilang Pantai Balekambang sebagai Tanah lotnya Malang. Karena terdapat Pura di pantai tersebut.


PANTAI BATU BENGKUNG

Kami tidak lama di Pantai Balekambang karena pantainya yang cukup panas dan ramai. Rencana awal kami akan mengunjungi Pantai Goa Cina, tetapi si supir angkot menunjukkan ada pantai yang cukup bagus yang akan kita lewati yaitu pantai Batu Bengkung. Saya lihat di instagram kalau pantai ini cukup bagus. Maka dengan rasa sedikit galau kamipun memutuskan untuk mengunjungi pantai ini. Dan hasilnya tidak (terlalu) mengecewakan. Berbeda dengan pantai Balekambang, Pantai Batu Bengkung ini cukup sepi.





PANTAI GOA CINA

Perut kami sudah lapar, hari sudah pukul 2 siang. Kami yang dari pagi hanya berbekal gorengan yang dibeli di terminal sudah lemas. Sebenarnya di Patai Balekambang banyak warung makan. Tetapi saat itu warungpun terlihat ramai, dan sepertinya kurang sreg untuk makan disana, jadi kami memutuskan mencari makan diperjalanan menuju pantai berikutnya. Ternyata diperjalanan menuju pantai batu bengkung tidak ada penjual makanan di sepanjang jalan. Di pantai batu bengkungnyapun tidak ada warung makan. Jadi kami(masih harus)  menahan lapar. Untung saja sesampainya kami di Pantai Goa Cina kami menemukan banyak warung untuk mengisi perut kami. Kebanyakan warung – warung tersebut menyajikan menu makanan berupa seafood.
Nah kami memilih warung ini sebagai tempat mengisi kelaparan kami.



Dinamakan Pantai Goa Cina karena dipinggir pantai ini ada sebuah gua. Saya hanya masuk sedikit karena kondisi yang gelap, beberpa orang juga hanya berphoto di pintu masuk gua tersebut. Pantainya cukup ramai walaupun tak seramai pantai Balekambang. Banyak anak-anak yang berenang di pantai tersebut.
Di tengah laut ada batu besar yang mirip sekali dengan bentuk wajah orang.
Kami sempat sholat zuhur dan ashar di pantai ini, dan takjub dengan masjidnya. Masjidnya berarsitektur china berwarna merah.



Batunya seperti Bentuk Wajah



Goa Cina


Masjid yang bearsitektur Cina

Pukul 5 sore kami memutuskan untuk menyudahi (perjalanan) hari ini. Kami diantarkan kembali ke terminal batur oleh angkot tersebut. Dikarenakan hari menjelang gelap, kami ditawarkan untuk diantarkan sampai terminal gadang dengan motor. Ya jadi kami diboncengi sama kenek angkot menggunakan motor bertiga like cabe-cabean *duuuh*. Dengan galau (galau aja terus) kami mengiyakan, karena jam 5 atau 6 sore angkot sudah jarang sekali yang beroperasi. Lagipula saat itu angkot-angkot banyak yang di carter untuk merayakan pergantian tahun. Dengan (sangat) terpaksa kami mengiyakan untuk diantarkan, memang perjalan baliknya ini cukup jauh, kurang lebih sejam kami berbonceng ria tanpa helm dan untung tidak ada polisi kami sampai dengan selamat (dengan sedikit masuk angin).

Penginapan saya berada di depan alun-alun tugu Malang, karena sehabis hujan jadi tidak terlalu ramai untuk merayakan pergantian tahun. Saya dan tery membeli makan malam nasi goreng di depan alun-alun ini, dan cemilan untuk di makan di penginapan dan berniat setelah kita bersih-bersih ingin melihat kembang api (jika ada). Tapi kenyataanya karena hari itu kami cukup capek, jadi kami memtuskan untuk…. Tidur, tidak ada yang special di pergantian tahun 2016 ini. Hanya harapan untuk lebih baik lagi dan diberikan kesehatan dan rezeki untuk bisa terus melangkah (baca : Jalan-jalan).


6 komentar:

  1. Balekambang ini ngehits banget buat orang jawa timur

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pantainya luas bisa muat banyak orang walaupun aksesnya agak susah.. makasih mas cum :)

      Hapus
  2. Malaang... Jadi pengen kesitu gw.. Keren keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah Malang banyak banget destinasi liburannya selain pantai, kesanan doonk heheh..

      Hapus
  3. Malang sebenernya ga kalah sm gunung kidul, pantainya banyak :)
    Waktu liburan tahun baru kmrn pengrn kediji, tapi berhubung pengunjungnya membludak bahkan sampe macet total kesininya, alhasil melipir ke kondang merak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mirim gunung kidul, tapi ini tidak telalu naik bukit sih pantainya.
      wah saya belom kesampaian ke kondang merak, bagus ya tempatnya?

      Hapus