Senin, 12 Desember 2016

AKHIRNYA KE BELITUNG JUGA



Ya Akhirnya saya ke Belitung juga,  sebenarnya sudah dari tahun lalu saya ingin sekali ke Belitung, sejak makin hitsnya Belitung sebagai tempat wisata yang wajib dikunjungi. Belitung memang popular sejak film Laskar Pelangi sekitar tahun 2008. Film yang mengisahkan sebuah sekolah yang sederhana tapi memiliki siswa-siswa yang luar biasa.
Saya berangkat ke Belitung bersama 4 teman saya, Dwi, Hastuti dan suami beserta retno. Tapi retno memakai travel lain. Dan kami ber 4 menyewa mobil sendiri. Kami telah memesan tiket ke Belitung kurang lebih 3 bulan sebelumnya. Kami berangkat di bulan Agustus 2016. Kenapa dipilih bulan agustus? Karena ulang tahun saya dan dwi dibulan agustus heheh, mungkin ini jadi kado buat diri sendiri. Siapa lagi yang memberikan kado selain diri sendiri ehehe #kesian. Saya ulang tahun di tanggal 4 dan Dwi di tanggal 6 yang memang pas sekali dengan ulang tahun dwi dan juga di hari sabtu.
Kami berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 06.45 dan perkiraan sampai di bandara tanjung pandan pukul 07.55 dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Tiket ke Belitung boleh dibilang cukup terjangkau, kurang lebih satu juta rupiah kami bisa mendapatkan tiket pulang pergi dari jakarta ke Belitung. Pesawat menuju Belitung ini termasuk pesawat kecil, bangkunya hanya 2-2. Kurang lebih satu jam kami telah sampai di Belitung, kami mendarat di bandara yang tidak terlalu besar, disana juga baru mendarat pesawat sriwijaya, tapi dengan ukuran yang lebih besar dari pesawat yang kami tumpangi.

Welcome to Belitung..
Begitu sapaan yang saya dapat dari Bang Aled, supir yang menjemput kami di bandara. Kami telah dinanti-nantikannya sejak lama #halah. Kami menyewa mobil plus driver untuk berkeliling Belitung selama 3 hari dengan teman saya yang punya travel ke Belitung. Harga sewa mobil plus driver sebesar 500.000 belum termasuk tip dan makan siang. Kami kira harga segitu cukup relevan, dan juga saya telah membandingkan dengan penyewaan mobil lainnya.

Oke let’s go!
Rute hari pertama biasanya wisatawan dibawa ke Belitung Timur. Destinasi pertama kami adalah Sd Muhammadiya gantong. Dari bandara menuju SD Muhammadiyah ditempuh selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Kami memakai waktu selama di perjalanan untuk…. Tiduur. Kami semua mengantuk, karena kami sudah di bandara dari pagi, jadi kami kurang sekali tidurnya. Ohya sampai lupa sebelum ke Belitung timur kami makan mie atep dulu, mie yang paling hits se Belitung yang tidak boleh dilewatkan. Tempat ini sangat ramai padahal masih pagi, beberapa mobil telah berjejer untuk makan mie atep ini. Mie ini seperti mie godog yang pernah saya makan, porsinya menurtu saya sih kurang banyak, agak nanggung dan cukup enak. Makan mie atep ini dimakan didampingi dengan minuman jeruk kunci. Nah ini yang menurut saya yang istimewa. Saya suka sekali dengan jeruk kuncinya. Tidak terlalu manis dan tidak terlalu asam, rasanya seger sekali. Kalian harus mencobanya kalau kesini.



Matahari semakin meninggi ketika kami sampai di tempat pertama yaitu SD Muhammadiyah Belitong. SD ini adalah SD replika yang dibuat untuk pembuatan film Laskar pelangi. SD si Arai, ikal dan kawan-kawannya.  SD yang menjadi sejarah Andrea hirata bisa seperti saat ini.




Teman sekelas arai?


HOT!


Makin siang Belitung semakin panas, disini tidak terlalu banyak pohon-pohon di jalan, agak sedikit gersang, kami memutuskan tidak berlama-lama disini lanjut ke destinasi selanjutnya.




Masih dalam edisi napak tilas film laskar pelangi, destinasi selanjutnya adalah Museum kata Andrea hirata. Sebenarnya ini tidak berada di film Laskar Pelangi. Ini hanya museum yang berisi karya Andrea hirata. Photo-phot dari film Laskar Pelangi dan quote-quote dari Andrea hirata yang memotivasi dan menginspirasi. Masuk ke museum ini dikenakan biaya 50.000, ini baru diberlakukan baru sebulan sebelum saya kesini, sebelumnya hanya sumbangan seikhlasnya. Masuk kesini kami diberikan oleh-oleh kami boleh memilih anatar buku atac cd lagu. Saya memilih buku saku yang ditulis Andrea hirata sendiri. Sang penjaga bilang baru beberapa hari lalu Andrea hirata kesini, kami belum beruntung bertemu dengannya.


Laskar Pelangi yang telah diterbitkan dibeberapa Negara










Aah araii, semoga rajin baca buku ya rai...



Makan Siang di tepi danau

Terakhir kami makan di mie atep sekitar pukul 8 pagi. Kami telah kelaparan karna perjlaanan yang jauh, Pak Aled sang driver merekomendasikan untuk makan di restoran fega. Menuju tempat ini kami melewati (tulisan) kampong ahok. Saya tidak tahu persis kampungnya disebelah mana, hanya ada seperti balai tempat makan dan diseberangnya ada rumah ahok. Kami hanya berhenti sebentar untuk berphoto, tidak masuk kedalam rumahnya karena terlihat sepi sekali.






Restoran fega, tempat kami makan siang ini viewnya bagus (buat photo-photo) ada danau seperti laut yang dibuatkan jembatan ketengahnya. Tempat makan yang saya duduki seperti ujung kapal phinisi, sangat menarik. Makanannya pun cukup enak, kami memesan beberapa seafood untuk dimakan bersama. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal sesuai dengan porsinya.







kadang motoin orang lebih bagus daripada dipotoin orang :(

Perjalanan hari pertama masih lanjuut..

Setelah mengisi perut, energy kamipun terisi kembali, destinasi selanjutnya adalah Vihara Dewi kwan im. Seperti vihara pada umunya vihara yang berwarna merah ini cukup besar, ada beberapa tempat unutk berdoa. Saat kami kesana suasanany tidak terlalu ramai, cenderung sepi. Kami hanya berphoto-photo saja disana.











Sudah ke Belitung masa tidak ke pantai, katanya pantai di Belitung cantik-cantik. Dijadwal memang kami ke pantai di hari kedua. Tapi ada pantai yang berada di Belitung timur untuk bersantai. Nama pantainya adalah Pantai Burung Mandi, entahlah darimana asalnya saya lupa menanyakan, mungkin ditemukannya saat ada burung yang sedang mandi di pantainya #asal.  Hari sudah sore, tapi matahari masih bersinar begitu terangnya. Saya kira kami disini bisa sampai waktu sunset, tapi kata bang aled, kalau kita menunggu sampai sunset, kita akan terlalu malam pulangnya, karena dari Belitung timur, kita harus balik lagi ke Belitung pusat kami menginap kira-kita sekitar 2 jam perjalanan. Jadi kami tidak lama-lama juga disini. Kami menikmati pasir pantai, ayunan, hammock dan es kelapa yang dijual di pinggir pantai ini.








Melihat pantai ini paling tidak kami bisa merasakan birunya laut dan angina sepoi-pepoi pantai yang sudah lama sekali kami tidak kami rasakan.

Sunset di Tanjung Pendam

Saya rasa matahari bersinar lebih lama di Belitung, karena jam 6 sore matahati masih terlihat disini. Kami sampai di tanjung pendam untuk menikmati sunset. Sambil menikmati matahari terbenam, kami duduk-duduk di warung kopi. Warung kopi ini sudah terkenal sejak lama yaitu warung kopi Kong Djie kopi khas dari Belitung. Kopi hitam disajikan dengan gelas yang besar. Ditemani dengan roti bakar, sore itu menjadi semakin indah dengan pemandangan matahari yang akan turun ke peradaban.








Sunset yang cantik ini menutup hari pertama kami di belitung...

To be continue part selanjutnya….



0 komentar:

Posting Komentar